SEDULUR PANCER(AJIAN PECAH ROGO)

Sedulur pancer adalah saudara yg sudah menyatu menjadi bayangan kita yg di sebut Makdum sarpin.saudara ini memiliki kekuatan awas,tanggap,sasmito,(mengerti adanya ilham atau petunjuk melalui simbul atau tanda tanda)bisa mendatangkan ma'unah(kemuliaan)

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 28 Juli 2016

ANTARA WALI ALLAH DAN PARANORMAL


Pada umumnya orang menyebut wali  dilihat dari sisi pandang bilamana  seseorang itu orang yang suci dan memmpunyai kemampuan linuwih (semacam mu’jizat)katanya wali itu suka aneh aneh atau nyentrik dalam berpakaian dan prilaku tidak seperti orang pada umumnya .
Lalu siapakah sebenernya wali itu?
Bisakah orang biasa bisa mengetahui seseorang itu wali atau tidak?
Apakah wali itu sama dengan orang orang yang di sebut para normal/ahli hikmah?
Menurut bahasa wali itu kebalikan dari “aduw”musuh.jadi bisa di maknai sahabat ,kawan atau kekasih  ,umumnya wali allah di artikan kekasih allah.
Menurut istilah ahli hakikat wali mempunyai dua pengertian,
Pertama :orang yang di jaga dan di lindungi allah swt,sehingga dia tidak perlu menyandarkan diri dan mengandalkan pada dirinya sendiri ,seperti dalam alqur’an surat 7 al-a’raaf 196..” inna waliyallahuladzii nazalalkitaaba wahuwaa yatawalasholihiina”(sesungguhnya perlindunganku ialah allah yang telah menurunkan al qur’an dan dia melindungi orang orang yang sholeh).
Kedua:orang yang melaksanakan ibadah kepada allah swtsecara tekun terus menerus tak pernah kendur dan tidak di selingi perbuatan maksiat maka allahpun mencintainya.
Keduanya menurut ahli hakikat merupakan syarat kewalian .wali haruslah orang yang terpelihara (ma’fuz)dari melanggar syara dan karenanya di lindungi allah swt.sebagai nabi adalah orang yang terjaga (ma’shum) dari berbuat dosa dan di jaga olehnya>
Jadi bilamana seseorang melanggar syara’ kok mengaku atau dianggap wali jelas dia adalah orang yang menipu atau tertipu.
Ada yang mengatakan anda tanda wali allah ada tiga
1.Himmah atau seluruh perhatianya hanya karena allah
2.Tujuanya hanya kepada allah
3.kesibukanya hanya kepada allah.
Ada juga yang mengatakan tanda tanda wali allah:senantiasa /selalu memandang rendahdan kecil kepada diri sendiri serta khawatir akan jatuh dari kedudukanya (di mata allah)dimana ia berada(jamharat  al- auliya wa alamamu at tsahawwuf hal 73 -110)
Kalau menurut al quran wali allah adalah orang orang mukmin yang senantiasa bertakwa dan kerenanya mendapat karunia tidak mempunyai rasa takut (kecuali kepada allah swt) dan tidak pernah bersedih seperti dalam alqur’an surat yunus  62-63.
“A’laa inna auliyaa’allahilaakhoufun alayhim walaahum yakhzanuun,alladzina aamanuu wakaa nuu yattaquuna”
(ingatlah sesungguhnya wali wali allah itu tidak kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati .(yaitu) orang orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa)
Atau dengan kata lain wali allah adalah orang orang yang mukmin yang senatiasa mendekat(taqorrub)kepada allah swt dengan terus mematuhi nya dan mematuhi rosulnya sehingga akhirnya dia di anugrahi karomah semacam sifat ilmu linuwih.
Boleh saja seseorang memmpunyai sifat linuwih misalnya bisa membaca pikiran orang ,bisa berkomunikasi dengan binatang,atau orang yang sudah mati ,bisa berjalan di atas air,atau kesaktian lainya ,tapi tentu saja dia tidak otomatis bisa di sebut wali,sebab dajal,tukang sihir ,paranormal,ahli hikmah pun bisa memperlihatkan kesaktian semacam itu.
Sebaliknya bisa saja seorang wali dalam kehidupanya sama sekali tidak nampak/lain dari orang orang biasa,jadi kewalian seseorang tidak di ukur dengan keanehan atau kesaktian apalagi dengan kenyentrikan  pakaian dan prilakunya ,melainkan dari kedekatan dan ketakwaan kepada allah....wali ila wali intinya hanya wali yang mengetahui bahwa seseorang itu wali....
Semoga bermanfaat mohon ma’af bila ada dalam salah dalam penafsiran...

Salam dari bumi paguyuban alhikmah pemalang.